Nico Kovac dan GAM Sama-Sama Kecewa

Bolamember.com

Nico Kovac dan GAM sama-sama kecewaAjang perhelatan akbar Piala Dunia 2014 dengan resmi dibuka dengan pertandingan antara tuan rumah Brasil dan Kroasia. Bertempat di Arena Corithians,pertandingan antara Tim Samba dan Vatreni itu diwarnai dengan penalti yang kontroversi yang membuahkan gol kedua untuk Brasil di menit ke-71.

Diawal pertandingan tim negara Balkan itu mencetak gol lewat tendangan bunuh diri bek tim samba Marcello di menit ke 11. Tidak lama berselang,Neymar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-29 lewat tendangan kerasdan datar dari luar kotak penalti yang sangat tepat sasaran sehingga kiper Kroasia Pletikosa tidak berhasil mencegah bola masuk membobol gawangnya.

Dibabak kedua pertandingan,wasit asal Jepang Yuchi Nishimura menjatuhkan penalti karena menilai pemain belakang Kroasia Lovren menjatuhkan penyerang tim samba,Fred.Padahal terlihat dari tayangan ulang Fred dengan sengaja menjatuhkan diri saat bersentuhan dengan lovren. Pertandingan pun berakhir dengan skor akhir 3-1 dan Neymar sebagai bintangnya lapangan karena menyumbang 2 gol indah untuk Brasil.

Dibalik keputusan wasit,bos Tim Kroasia Nico Kovac merasa sangat dirugikan. Kovac pun melemparkan kecaman-kecaman pedas terhadap pengadil pertandingan terebut. Dimata eks gelandang Bayern Munich ini sangat terlihat jelas bahwa kepememimpinan wasit di partai Arena Corinthians sangat berat sebelah. Tetapi meskipun berakhir dengan suram di laga pertama ini,kovac optimis Kroasia bisa mengamankan tiket emas 16 besar dari grup A.

Kekecewaan pun dirasakan oleh mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bekerja sebagai karyawan pada perusahaan tambang PT.Agrabudi Jasa Bersama. Pasalnya perusahaan tempat mereka bekerja mengalami perombakan manajemen baru lalu memutuskan hubungan kerja secara sepihak. Merasa hak nya dirampas,sekitar 30 mantan aktivis GAM ini berunjuk rasa kedepan kantor Bupati Aceh Barat. Mereka meminta Bupati Aceh ikut membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Para pendemo pun mengancam bila permasalahan PHK ini tidak segera diselesaikan mereka tidak menjamin aktivitas pertambangan PT AJB berjalan dengan lancar. Seperti yang dikutip dari kompas.com,para mantan GAM itu meminta wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab di sapa “Mualem” untuk membantu mantan prajuritnya yang menjadi korban ketidak adilan serta pengucilan yang dilakukan oleh PT.AJB.

 

Sumber : Kompas.com,goal.com