Menpora Tak Bijak dalam Mengurus Sepakbola

1440347755_menpora-tak-bijak-dalam-mengurus-sepakbola-UoKuT5G24R.jpg

Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, menyayangkan sikap Kemenpora yang belum mau mencabut SK Pembekuan kepada PSSI yang berujung dengan jatuhnya hukuman dari FIFA yang memarikan aktifitas sepakbola di tanah air. Menurut pria yang akrab disapa HT itu pemerintah harusnya fokus dalam membenahi pengurus yang merugikan PSSI bukan mematikan organisasi yang sudah ada.

Hary Tanoe yang juga sebagai Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia juga merasakan dampaknya. Di mana Timnas Futsal yang sedang menanjak prestasinya harus menghentikan langkah mereka tampil di kompetisi atau turnamen internasional.

“(Perindo) menyesalkan (Pembekuan PSSI yang berujung sanksi FIFA) karna begini, katakanlah ada masalah di pengurus misalnya, ya yang diselesaikan dan coba diurus ya orang-orangnya, jangan organisaisainya. Akhirnya saat ini terpuruk semua organisasinya,”kata Hary Tanoesoedibjo saa berada final Turnamen Futsal Perindo 2015, Minggu (28/8/2015).

“Organisasi mati, kita (sepakbola) Indonesia juga jelek namanya, kita tidak bisa ikut kompetisi. Sekarang pemainnya, pelatihnya, penggemarnya, kemudian banyak klub-klub kecil (jadi korban). Jadi saya katakan itu (keputusan membekukan PSSI) tidak bijaksana, apalagi diambil oleh seorang menteri yang seharusnya bijak, bagaimana mengurus sepak bola agar maju,” sambung pria berusia 50 tahun itu.

Sementara itu dalam menghadapi SK Pembekuan dari Kemenpora, PSSI juga sudah menempuh jalur hukum. Dalam dua kali proses sidang di PTUN, PSSI memenangkan gugatan namun Menpora juga tak mau mencabut SK Pembekuan. Hal ini disayangkan oleh pengusaha asal Surabaya itu.

“Caranya keliru, kemudian dengan keputusan hukum yang sudah ditetapkan, seharusnya keputusan (pembekuan) itu sudah dianulir. Ya, saya tidak bisa ngomong apa lagi, saya tidak punya wewenang. Kalau saya sebagai pimpinannya, sudah saya paksa PSSI bisa bertanding kembali,” terangnya.

Sbr