Kesan Djadjang Nurdjaman terhadap Suharno

1440127664_kesan-djadjang-nurdjaman-terhadap-suharno-9CsWk87kSM.jpg

Suharno diantar Aremania menuju peristirahatan terakhir (foto: Irfan Anshori/Antara)

BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman punya banyak kesan terhadap sosok almarhum Suharno. Pria yang terakhir menjabat pelatih Arema Cronus itu bukan orang baru baginya.

Baik Djanur maupun Suharno, keduanya pernah sama-sama menjadi pesepakbola di era Galatama. Bahkan keduanya harus beberapa kali berhadapan saat timnya bentrok.

Salah satu momen yang dikenang Djanur adalah saat masih membela klub Mercubuana dan Suharno di Niac Mitra. Dari segi posisi, Djanur bermain di sektor gelandang. Sedangkan Suharno berposisi sebagai bek kanan.

Praktis jika Niac Mitra dan Mercubuana bentrok, ia dan Suharno juga dipastikan bentrok. Bahkan keduanya sering berhadapan dan saling jegal satu sama lain demi mengantarkan timnya menang.

Ia mengenang permainan Suharno yang sportif. Meski berperan sebagai musuh di lapangan, Suharno dan Djanur tidak pernah bertengkar. Keduanya bahkan sering bercanda satu sama lain.

“Kita enggak pernah ribut kalau ketemu di lapangan,” kata Djanur, Kamis 20 Agustus 2015.

Sementara sebagai pelatih, Djanur dan Suharno juga beberapa kali dipertemukan sebagai musuh. Kesan positif pun berlanjut. Ia pun mengaku cukup dekat dengan Suharno.

Di luar pertandingan, Djanur dan Suharno bahkan sering berhubungan. “Saya sering diskusi sama beliau baik tentang pemain hingga taktik,” ucapnya.

Pertemuan terakhir Djanur pun terjadi saat Persib dijamu Arema beberapa hari lalu. Ia tak menyangkan momen itu jadi kenangan terakhir bersama Suharno. Ia pun sempat berpelukan dengannya.

“Yang pasti saya merasa kehilangan sosok beliau,” pungkas Djanur.

Sbr