Kebiasaan fans Jerman dalam memberikan dukungan.

Fans
Fans
Kebiasaan Fans Jerman

Piala Dunia 2006 membawa Jerman ke tingkat yang baru sebagaimana mereka bersatu sebagai sebuah bangsa di belakang tim arahan Jurgen Klinsmann yang mencoba untuk memenangkan trofi pertama sejak 1990.

Kompetisi tesebut tidak datang di waktu yang pas untuk tim tersebut. Dua tahun sebelumnya, mereka dipermalukan di Euro 2004 dan pelatih kepala hadir di turnamen tersebut dengan skuat muda, yang mana ingin memulai era baru.

Kegirangan pun mencapai puncaknya dan, seperti yang sudah diketahui, sejumlah lagu pengiring Piala Dunia kemudian perlahan muncul ke permukaan. Ada yang terkenal, seperti lagu berjudul ’54, ’74, ’90, 2006 oleh Sportfreunde Stiller (yang judul dan chorus-nya berubah dalam hitungan jam setelah mereka tersingkir di semi-final di tangan Italia) tapi lagu abadi justru dibawakan Oliver Pocher, berjudul Schwarz und Wiess (Hitam dan Putih).

Sebuah penghargaan kepada warna tim nasional, lagu tersebut mengingatkan kembali akan kejayaan lama dengan cuplikan lawas dari kemenangan Jerman Barat di Piala Dunia sebelumnya – di mana sang komedian muncul dalam samaran dari berbagai pahlawan masa lalu dan sekarang.

Podolski

Berjabat | Lukas Podolski memberikan jersey kemenangannya melawan Argentina kepada Oliver Pocher


Chorus dari ‘Hitam dan Putih’, yang berbunyi “we stand by your side and we’ll win together with you. Now, let’s go!” menjadi soundtrack terkenal delapan tahun lalu dan tetap populer sampai saat ini.

Makna dari lagi itu tidak hilang pada para pemain Klinsmann dan, setelah kemenangan Jerman di babak perempat-final melawan Argentina berkat adu penalti, Lukas Podolski berlari menuju kerumunan penonton untuk menyerahkan jersey miliknya kepada Pocher.

Pocher sendiri adalah sosok nyentrik. Kecintaannya akan sepakbola sudah lama dikenal dan ia pernah meniru untuk menjadi mantan penjaga gawang Bayern Munich dan Jerman Oliver Kahn, yang mana masih bisa disaksikan di YouTube pada hari ini.

Dan, lagunya pada 2006 silam kembali diputar di seluruh negeri pada tahun ini sebagaimana tim arahan Joachim Low berniat untuk menghapus kegagalan di semi-final dalam dua turnamen terakhir. Jika mereka memenangkan trofi tersebut, nantinya lagu itu akan menjadi soundtrack untuk musim panas. 

Sumber: Goal.com