Karena Tiket, Leicester Diprotes Suporternya

409e2064-e271-4c04-bf22-1f47eacceab0_11.jpg
Leicester – Leicester City dapat banyak protes
dari suporternya sendiri. Mereka marah dan kecewa karena tidak
kebagian tiket laga kandang terakhir meski punya paket
keanggotaan suporter resmi.

Laga kandang terakhir Leicester musim ini akan digelar pada 7
Mei mendatang menghadapi Everton. Tiket laga tersebut sudah
dijual pada Senin (11/4/2016) kemarin dan habis terjual hanya
dalam waktu 90 menit.

Karena besarnya permintaan, kemudian banyak yang menjual ulang
tiket tersebut dengan harga gila-gilaan. Beberapa situs
reseller tiket ada yang mematok harga 3.000
poundsterling hingga yang paling mahal 15.000 poundsterling
untuk sepasang tiket.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di banyak pendukung
Leicester. Soalnya banyak dari mereka yang tidak dapat tiket
untuk laga tersebut meski merupakan pemegang paket keanggotaan
suporter The Foxes. Demikian dikutip dari
BBC.

[Baca juga: Banyak Diburu, Tiket Laga Kandang
Terakhir Leicester Naik Gila-gilaan]

“Klub ini melakukan hal yang brilian terhadap fansnya dalam
beberapa musim terakhir. Tapi saya pikir akan ada beberapa
pertanyaan yang harus mereka jawab mengapa ini bisa terjadi.
Saya tidak tahu bagaimana seorang suporter biasa akan mampu
membayar 15.000 poundsterling untuk dua tiket, itu tiket dari
tangan kedua,” ungkap seorang fans yang tidak mau disebut
namanya.

Kekecewaan serupa datang dari fans yang lain. Mereka menuntut
penjelasan dari manajemen klub karena tidak kebagian tiket
meski memiliki keanggotaan resmi.

“Sangat buruk saat ada situs yang menjual tiket mulai dari 495
sampai 5.000 poundsterling. Siapa yang menjual ulang
tiket-tiket ini? Apa artinya memiliki keanggotaan gold/silver
(jika tak dapat tiket)? Saya ingin tahu penjelasan klub atas
hal ini,” ucap seorang fans bernama David Lea.

"https://images.detik.com/community/media/visual/2016/04/12/1c2b7904-a8d1-4299-87b6-0dd4d2521834_169.jpg?w=620"
alt="">

Suporter lain yang sudah mendukung Leicester sejak 1968 juga
merasa sangat kecewa dengan kegagalan mendapat tiket untuk laga
tersebut. Padahal dia adalah pemilik keanggotaan suporter
Leicester.

“Sangat kecewa. Terus berada di sana sepanjang musim, 1968
adalah pertandingan pertama saya dan tidak pernah melewatkan
satu musim pun. Keanggotaan silver tidak membuat saya bisa
mendapat tiket untuk pertandingan paling penting – memenangi
liga,” ketus suporter lain bernama Adie Wheat.

“Keanggotaan ‘Gold’! Mencoba mendapatkan tiket sejak jam 9 pagi
hanya untuk mendapat kabar tiketnya sudah habis! Tak pernah
dapat masalah membeli tiket sebelumnya. Orang-orang yang
menjual lagi tiketnya untuk dapat keuntungan besar harusnya
dilarang membeli tiket lagi,” sahut suporter lain bernama Gemma
Kott.

“Fakta memalukannya adalah separuh dari pemilik tiket ini akan
menjual tiket itu lagi untuk harga ribuan poundsterling,
sementara fans YANG SESUNGGUHNYA (yang sudah kesulitan untuk
membeli tiket seharga 50 poundsterling, apalagi ribuan
poundsterling) tidak kebagian. Jika klub sungguh memperhatikan
fansnya, mereka harus melarang penjualan ulang tiket dan
mengembalikannya pada fans yang tidak mencoba mencari uang dari
kesuksesan Leicester dan benar-benar ingin datang ke
pertandingan kandang terakhirnya musim ini,” tulis fans
Leicester lainnya bernama Emilia Woch pada akun Facebook-nya.

(din/fem)

Sbr