Ibrahimovic Siapkan Gugatan Hukum Usai Disebut Pernah Doping di Juve

ibrahimovicpsgbotterillg320.jpg
Paris – Seorang mantan dokter tim nasional
Swedia meyakini Zlatan Ibrahimovic pernah dapat doping semasa di
Juventus dulu. Klaim itu dibantah kubu Ibrahimovic yang siap
menggugat secara hukum.

Ibrahimovic, yang kini membela Paris Saint-Germain, tercatat
berseragam Bianconeri pada 2004-2006. Ulf Karlsson yang pernah
menjadi dokter di timnas Swedia percaya bahwa saat itulah
Ibrahimovic mendapatkan asupan zat terlarang.

“Berat badan Ibrahimovic naik 10 kilogram dalam waktu enam
bulan saja semasa di Juventus. Saya pikir ia saat itu doping,
setidaknya itu yang saya yakini,” kata Karlsson kepada
SportBladet yang dikutip Football Italia.

"http://us.images.detik.com/albums/sport-detik/IbrahimovicJuveNewPress.jpg"
alt="" width="620" height="423">
[New Press/Getty Images]

“Berat badan Albin Ekdal juga naik delapan kilogram semasa
periodenya dengan Bianconeri (2008–2010). Saya pikir itu
merupakan kebiasaan yang ada di Juventus. Mereka juga pernah
punya dokter yang dihukum 22 bulan. Ini bukanlah sebuah tuduhan
personal kepada Zlatan. Pernyataan saya ditujukan demi
memunculkan pembahasan tentang doping dalam olahraga tim,”
sebutnya.

Pernyataan tersebut sudah mendapat reaksi keras dari Mino
Raiola, agen Ibrahimovic. Ia mengaku berencana mengambil
langkah hukum terhadap Karlsson, walaupun Ibrahimovic sendiri
dinyatakan tetap santai-santai saja dan malah lebih memikirkan
kegagalannya mengeksekusi penalti ketika PSG berimbang 2-2
dengan Manchester City di partai Liga Champions pada tengah
pekan.

“Kami akan melayangkan tuntutan hukum, kami punya dasar untuk
melakukannya. Saya bukan pakar hukum Swedia, tapi kami punya
seorang pengacara Swedia,” kata Raiola kepada
Expressen.

“Mungkin ia seorang atlet yang gagal sukses dan jadi cemburu,
tapi ia sudah membuat sebuah kesalahan fatal. Ia memiliki
sebuah kehidupan sebelum melempar pernyataan-pernyataannya dan
setelah ini ia akan punya kehidupan berbeda. Ia sudah menyebar
kepalsuan.

“Zlatan menjalani banyak tes doping ketika berada di Juventus,
setidaknya 20. Para pemain Juventus selalu berada di bawah
mikroskop, jadi tuduhannya konyol. Tak ada bukti dan kami bisa
membuktikan pernyataannya keliru.

“Di seluruh klub yang pernah ia bela, Zlatan paling-paling cuma
pernah menenggak aspirin saja. (Tapi) Saat ini ia tetap tenang,
ia lebih malu karena gagal penalti tempo hari. Ia bilang tak
berniat merespons tuduhan-tuduhan terhadapnya,” tuturnya.

(krs/mrp)

Sbr