Belanda Vs Kostarika:Pertarungan Dua Tim dengan Gaya Bermain Serupa

Belanda-lawan-kostarika
Belanda-lawan-kostarika
Bolamember.com

Selangkah lagi Belanda akan mencapai targetnya: sampai di semifinal. Tapi, yang selangkah lagi itu biasanya tak mudah. Apalagi Der Oranje harus mampu menyingkirkan Kosta Rika terlebih dahulu untuk sampai di semifinal. Tim yang tampil paling mengejutkan sejauh ini.

Ya, Kosta Rika adalah kejutan terbesar Piala Dunia tahun ini. Los Ticos tak terkalahkan di babak grup dengan menang melawan Uruguay dan Italia, dan berhasil menahan imbang Inggris di pertandingan ketiga.

Namun, tampaknya tim asuhan Jorge Luis Pinto ini punya sedikit masalah jika dipaksa bermain di luar kebiasan. Ketika tim ini berstatus unggulan dan lebih sering menguasai bola, seperti saat melawan Yunani di babak 16 besar, mereka justru kesulitan mengalahkan lawan. Sedangkan saat menjadi underdog, Bryan Ruiz dkk justru bisa bermain lepas dan memberi banyak kejutan, sebagaimana mereka tunjukkan saat melawan Uruguay dan Italia.

Nanti malam, Kosta Rika akan kembali berstatus underdog. Mereka bisa kembali pada “khittah-nya” untuk menjaga kerapatan antarpemain, fokus bertahan, dan sabar menunggu momentum untuk melakukan serangan balik cepat.

Dengan kembalinya Kosta Rika ke pola biasa, Arjen Robben pun menjadi sedikit khawatir. “Mereka (Kosta Rika) adalah tim yang kuat. Tim yang sangat impresif sejauh ini. Karenanya, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” kata Robben saat ditanya wartawan.

Kekhawatiran yang sangat wajar, memang. Apalagi kedua tim punya gaya bermain yang kurang lebih serupa, yaitu sama-sama mengandalkan serangan balik dan juga menyerang degan memanfaatkan lebar lapangan.

Telebih lagi Belanda juga memiliki kendala dengan cederanya gelandang bertahan mereka, Nigel De Jong. Jadi, selain harus mencari celah untuk mengakali kemiripan gaya permainan, Van Gaal juga harus mencari pengganti tepat untuk menjadi jangkar pertahanan.

Mengandalkan Wingback 

Meski diperkirakan akan turun dengan pola berbeda –Belanda dengan pola 5-3-2 dan Kosta Rika dengan pola 5-4-1– tapi kedua kesebelasan ini punya kemiripan gaya. Saat menyerang, pola mereka akan berubah menjadi 3-5-2. Keduanya juga lebih sering fokus bertahan dengan sesekali menyerang dengan mengandalkan kecepatan sayap.

Di kubu Belanda, ketika menyerang, Louis van Gaal akan menginstruksikan duo wingback-nya untuk sedikit naik membantu lini tengah. Pun demikian dengan Kosta Rika. Saat menguasai bola, Pinto juga akan menginstruksikan hal serupa pada anak didiknya.

Sumber: Detiksport.com