Arema Belum Siap Bahas Penerus Suharno

1440219458_arema-belum-siap-bahas-penerus-suharno-yzhJK8tvSE.jpg

Belum siap mencari pengganti Suharno (Foto: Akbar Insani/SINDO)

MALANG – Setelah kepergian Suharno, posisi head coach di Arema Cronus otomatis lowong. Joko Susilo yang selama ini mendampingi Suharno disebut-sebut bakal meneruskan tongkat estafet kepelatihan di Stadion Kanjuruhan.

Namun Joko kemungkinan hanya bersifat sementara, karena masih belum bisa menempati posisi pelatih kepala secara permanen. Terutama untuk kompetisi reguler, karena pria bersapa Gethuk tersebut baru memiliki lisensi kepelatihan B AFC.

Lantas, akankah Arema menunjuk pelatih dalam waktu dekat, terutama untuk Piala Presiden 2015? Hingga Jumat 21 Agustus 2015, belum ada keputusan apa pun soal penerus tugas Suharno. Manajemen masih belum membicarakan hal ini karena masih berduka.

“Kami masih dalam suasana duka yang mendalam. Rasanya kurang bijak kalau terburu-buru menentukan posisi pelatih baru. Kami belum menentukan kapan ada meeting untuk menentukan posisi pelatih,” jelas CEO Arema Cronus Iwan Budianto, saat dihubungi.

Evrnt terdekat yang dihadapi Arema adalah Piala Presiden awal September nanti, setelah pembatalan Piala Proklamasi versus Persib Bandung. “Tunggu saja dalam beberapa hari ke depan. Untuk sekarang kami masih belum siap (menentukan pengganti Suharno),” tegas Iwan.

Saking mendadaknya kepergian Suharno, manajemen masih shock dan belum berpikir soal figur head coach yang tentu dibutuhkan Singo Edan. Kendati begitu, elemen supporter Aremania setuju jika sementara Joko Susilo diserahi tugas meneruskan kerja Suharno.

Joko dipandang sebagai asisten pelatih yang sebenarnya memiliki kemampuan sebagai pelatih kepala. Dia sangat mengenal karakter Arema dan mempunyai wibawa untuk mengawal pasukan Singo Edan. Paling tidak untuk Piala Presiden, Joko dianggap layak meramu tim.

“Joko Susilo memiliki kemampuan bagus dalam melatih tim. Dia pernah memegang tim ketika Suharno dulu pernah absen. Tidak ada salahnya mencoba Joko Susilo di Piala Presiden kalau memang manajemen belum menemukan figur yang tepat,” kata Rahmad Fajar, salah satu Aremania.

Seandainya Joko Susilo diserahi tugas melatih, maka statusnya adalah pelatih caretaker. Status tersebut tidak menjadi persoalan di Piala Presiden karena klub lain juga memakainya, catat saja Persela Lamongan yang dilatih Didik Ludiyanto setelah hengkangnya Iwan Setiawan.

Joko Susilo dicintai Aremania bukan saja karena kemampuannya melatih, tapi pria kelahiran Cepu 44 tahun silam tersebut juga legenda klub yang sangat loyal. Karir sebagai pemain hingga staf kepelatihan dihabiskan di klub pujaan Aremania.

Sbr